Pengelolaan Sumberdaya Air yang Berkelanjutan

Oleh : Anton Sutrisno

Realita pengelolaan sumber daya air saat ini pada beberapa tempat belum terkelola dengan baik. Indikator sederhanyanya adalah jika terjadi hujan air melimpah dan mengakibatkan banjir di jalan dan pemukiman penduduk. Sebaliknya jika terjadi tidak hujan dalam beberapa hari, mulai muncul keluhan menurunya kualitas air sumur dan air ledeng yang dikelola oleh PDAM.

Pengelolaan sumberdaya air tidak terbatas pada air yang mengalir, atau sebatas pemerliharaan sungai belaka. Sangat komplek, menyangkut menjaga kualitas daerah tangkapan (catchment area) yang ada di hulu, juga pada sepanjang bantaran sungai. Pelaksanaan ini perlu adanya kebijakan yang benar-benar memihak keberlangsungan dan kelestarian lingkungan. Penerapan kebijakan harus dilaksanakan betul. Persoalan yang muncul menjadi hambatan penerapan ini adalah adanya kepentingan ekonomi dan sosial. Kepentingan ekonomi menyangkut pemanfaatan daerah tangkapan sebagai areal budidaya atau pemukiman. Jika ini mesti dilakukan harus disertai dengan kajian yang ketat dengan mempertimbangkan kapasitas ideal suatu dareah tangkapan yang dapat menyediakan air yang masih berkualitas. Kepentingan sosial menyangkut pemukiman penduduk di sepanjang sungai. Dalam jangka panjang diperlukan adanya pemberdayaan dan penyadaran kepada masyarakat yang bermukim di sepanjang sempadan sungai agar menjaga sungai dan melakukan tindakan konservasi seperti selalu manjaga dan melakukan penghijauan di DAS.

Kontinuitas ketersediaan kuantitas dan kualitas air ke masa depan dapat dibahas sebagai berikut:

Kuantitas dan kualitas air dalam kondisi alami tersedia dalam jumlah yang banyak dan biaya yang murah. Dengan perkembangan jaman yang dimana jumlah penduduk yang semakin meningkat juga memberikan perkembangan volume pencemar air yang mengakibatkan penurunan kuantitas dan kualitas air. Jika air akan dibuat menjadi kondisi yang alami dan sehat memerlukan biaya yang cukup besar. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kuantitas dan kualitas air antara lain:

  • Untuk daerah yang memiliki curah hujan tinggi seperti di Bengkulu dapat memanfaatkan air hujan sebagai sumber air, yang dapat dimanfaatkan di tingkat rumah tangga dan industri. Sehingga dapat menghemat air dari PDAM. Oleh karena itu diperlukan desain konstruksi yang baik untuk dapat menyediakan air bersih dan menyimpannya dalam penampungan-penampungan yang ada di setiap bangunan. Ini perlu dilakukan pada perusahaan yang banyak memanfaatkan air sebagai bahan utamanya.
  • Untuk meningkatkan serapan air ke dalam tanah, yang tidak optimal kembali akibat pembangunan infrastruktur dan perkebunan khususnya sawit maka perlu dibangun sumur resapan dan biopori. Kembali diperlukan desain bangunan agar dapat mengalirkan air hujan ke dalam sumur resapan. Sehingga dapat mengendalikan banjir dan menyuplai air tanah. Biopori tidak hanya dibutuhkan di perkotaan akan tetapi di perdesaan yang permukaan tanahnya sudah mengalami perkerasan akibat tanaman tertentu juga diperlukan. Disamping sebagai pori-pori air masuk ke dalam tanah, biopori juga untuk memperbaiki struktur tanah karena setelah dibor, lubang tersebut akan diisi sampah atau pupuk organik yang akan sangat bermanfaat bagi tanaman.
  • Diperlukan adanya kompensasi untuk menjaga daerah tangkapan air (catchment area) terutama bagi penduduk yang ada dilwilayah tersebut agar tetap menjaga kualitas hutan di areal tersebut. Jika terjadi penggundulan dipelukan adanya penanaman kembali dengan tanaman konservasi yang dapat menyimpan air seperti aren dan bambu. Kompensasi ini juga selain untuk konsevasi juga sebagai alternatif kegiatan yang dapat menjadi pencaharian penduduk setempat yang menunjang kegiatan konservasi, seperti kegiatan ekowisata, pengolahan hasil hutan yang berkelanjutan dan lain sebagainya.

4 responses to this post.

  1. Air adalah sumber kehidupan, saya yakin itu

    Reply

  2. Posted by Handhaka on October 26, 2011 at 9:23 am

    disini perlu manajemen DAS yg baik………..antara pemanfaatan ekonomi dan konservasi

    Reply

    • Kebutuhan air untuk domestik dapat memanfaatkan bak penampungan air hujan (reservoar) sehingga tidak bergantung dengan dengan air tanah. Pemanfaatan sumur resapan untuk mempertahankan air tanah.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: