Energi Terbarukan di Indonesia, harus bisa jangan hanya mau

Stasiun TVRI Nasional pada tanggal 14 Agustus 2011 menayangkan acara dengan Tema Energi Terbarukan dalam acara “Minggu Bersama Slamet Raharjo” sekitar pukul 22.30 malam dengan pembawa acara Slamet Raharjo dan pembicara : Hilmi Panigoro (Ketua Masyarakat Energy Terbarukan Indonesia, Kardaya Warnika (Dirjen Energy Terbarukan), Herman Darnel (Anggota Dewan Energy Nasional) serta Budayawan, Arswendo Atmowiloto.

Dalam acara tersebut membahas masalah energy-energy terbarukan yang dapat diterapkan di Indonesia untuk energy yang yang ramah lingkungan serta masalah-masalah yang dihadapi dalam penerapannya. Negara Indonesia memang sudah ketinggalan dengan Negara-Negara lain dalam penerapan energy terbarukan seperti Negara Cina yang sudah banyak energy surya dan angin yang dayanya jauh lebih besara daya yang dihasilkan PLN. bahkan dari Negara Thailand juga. Namun Telat tidak apa-apa, yang penting saat ini kita mulai. Kita tidak hanya punya mau tapi punya bisa juga. Negara Indonesia sangat berlimpah dan kaya akan sumber daya nabati. Negara Korea Selatan telah membidik Negara Indonesia untuk dijadikan salah satu pusat pengembangan dan produksi biofuel, karena Korea Selatan sangat membutuhkan bahan bakar minyak nabati guna memenuhi target peningkatan porsi energi bersih hingga 5 (lima) lipat konsumsi saat ini pada tahun 2030.

Untuk itu agar energi terbarukan ada keberlanjutan, antara energi terbarukan, hidup berdampingan dan tidak tergantung pada energi yang mahal saja dan penanganan dalam menerapkan energi terbarukan harus menyeluruh serta subsidi ataupun investasi bagi penghasil atau pengguna energi terbarukan. Yang terpenting juga adalah adanya kerjasama antar departemen yang terkait, akademisi, peneliti maupun dari pihak swasta. dalam melaksanakan penerapan energi terbarukan. Terutama masalah kebijakan-kebijakan.

Tidak lupa Energi terbarukan harus dapat menyentuh partisipasi masyarakat yang paling bawah dapat tersentuh serta spesifikasi harus sesuai dengan keadaan daerah setempat.

Dikutip dari pembicaraan di atas, sebenarnya energi terbarukan sudah mulai disosialisasikan dan diterapkan juga, dalam Hal ini melaui Pilot Program PNPM Lingkungan Mandiri Perdesaan di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sebagai salah satu programnya. Karena di perdesaan cukup melimpah sumber/bahan baku untuk energi terbarukan yang belum tersentuh maupun belum dimanfaatkan dan yang terpenting adalah energi terbarukan adalah energi yang dapat diperbaharui dan ramah lingkungan serta dapat menunjang kelestarian alam. Usulan-usulan energi terbarukan di desa muncul dari gagasan-gagasan masyarakat desa secara langsung serta semua berdasarkan partisipasi masyarakat (dari,oleh dan untuk rakyat). Bahan baku energi terbarukan atau sumberya disesuaikan dengan potensi desa. Energi Terbarukan yang diterapkan di PNPM Lingkungan Mandiri Perdesaan antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (tenaga listrik dari air), Biogas (gas untuk memasak yang dihasilkan dari limbah kotoran sapi/ternak, maupun listrik tenaga surya dan briket arang).

Yang terpenting di sini adalah harus ada pengertian masyarakat bahwa energi terbarukan baik untuk masa depan dan mudah dilakukan serta murah, ramah lingkungan, dapat meningkatakan kesejahteraan masyarakat.

@Handhaka W (SPL PNPM LMP Bengkulu)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: