PROVINSI BENGKULU CUKUP BANYAK POTENSI UNTUK MENGEMBANGKAN PRODUK RAMAH LINGKUNGAN

Produksi kelapa , masih menjadi primadona di Provinsi Bengkulu dan masih berada di posisi yang ketiga setelah kelapa sawit dan karet.
Tanaman kelapa rakyat cukup luas, namun belum dapat dijadikan produksi kopra dalam skala besar, karena belum ada pabrik pengelolan buah kelapa di Provinsi Bengkulu.
Walaupun ada pengelolaan kelapa, tetapi masih dalam jumlahnya masih dalam skala kecil, sehingga belum memberikan hasil yang maksimal bagi petani kelapa.
“Biasanya untuk industri besar, kelapa tersebut diolah untuk bahan makanan dan kosmetik, sedangkan indutsri lokal memanfaatkan serabutnya untuk pembuatan sapu dan serta kulit kelapa untuk bahan pembakar pengelolaan makanan,” ujarnya.
Tanaman kelapa dalam di Provinsi Bengkulu masih berpotensi untuk diperluas arealnya, karena daerah itu merupakan salah satu penghasil kelapa terbesar di kawasan Pantai Barat Sumatera sejak zaman kolonial Belanda dan Inggris.
Tanaman kelapa tersebut sebagian besar berada di sepanjang Pantai Barat Sumatera wilayah Provinsi Bengkulu, dengan produksi cukup baik dan mengalahkan produksi kelapa hibrida, ujarnya.
Kelapa unggul hibrida lebih berpotensi hidup subur di wilayah berketinggian rata-rata di atas 500 meter dari permukaan laut, sedangkan jenis kelapa dalam tumbuh dan produksinya akan lebih baik hidup di wilayah pantai.
Tanaman jenis kelapa dalam di Provins Bengkulu sampai saat ini luasnya tercatat 14.061 hektare dengan produksi rata-rata 12.765 ton kopra pertahun dan melibatkan sekitar 68.546 kepala keluarga (KK) yang tersebar di sembilan kabupaten/kota (buskemonline.blogspot.com)

Selain buahnya, batang kayu pohon kelapa juga dapat dijadikan produk unggulan untuk kerajinan atau meuble (kursi, meja, lemari), menurut Surat Kabar Rakyat Bengkulu, Jumat 12 Agustus 2011, hal 28 : di Kabupaten Bengkulu Selatan, pohon kelapa merupakan potensi yang bernilai tinggi untuk dijadikan produk unggulan, yaitu untuk meuble. Di Kabupaten Bengkulu Selatan, bahan baku pohon kelapa 30% sudah tidak produktif lagi. Maka dari itu manfaat pohon kelapa yang tidak produktif tersebut dapat dijadikan nilai jual Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bengkulu Selatan untuk dijadikan produk unggulan kursi, meja dan kerajinan lainnya. Bambu, bahkan dapat dijadikan untuk pembuatan kusen rumah atau untuk bahan bangunan pengganti kayu. Tanaman Bambu dapat dijadikan tanaman konservasi di sepanjang DAS (daerah aliran sungai). Hal ini juga secara tidak langsung untuk mengurangi pemakaian bahan dari tanaman-tanaman kayu hutan yang banyak tumbuh di hutan alami serta secara tidak langsung juga dapat mengurangi/mencegah penebangan liar tanaman kayu di kawasan hutan konservasi ataupun lindung.

Selain itu potensi yang dikembangkan di Provinsi Bengkulu , tepatnya di Kabupaten Kepahiang menurut Surat Kabar Rakyat Bengkulu, Jumat 12 Agustus 2011, hal 25 : Kabupaten Kepahiang  mengembangkan kompor gasifikasi, dengan bahan bakar kayu kopi, yang dapat menghasilkan panas ±500 derajat celcius, daun-daun kering maupun ranting-ranting kayu. Kompor gasifikasi kayu adalah kompor yang berbahan dasar kayu yang telah dimodifikasi menggunakan blower. Kipas dengan kecepatan tinggi sehingga menghasilkan api yang terfokus dan lebih panas. Sistem kerja kompor ini adalah kayu yang dibakar di dalam tungku akan menghasilkan api yang ditiup oleh kipas melalui pori-pori dinding kompor. Angin dari kipas ini membawa oksigen ke dalam lambung tungku yang berisi api, sehingga api didalam tungku menjadi terpusat ke atas. Dengan sistem terpusat dapat menghsilkan panas yang efektif, sehingga memasak dapat lebih cepat.

Hal tersebut di atas secara tidak langsung merupakan suatu cara untuk mengurangi pemakaian bahan-bahan yang merusak kelestarian lingkungan. Setiap menit, hutan seluas 3 x lapangan bola dapat habis ditebang untuk dimanfaatkan keperluan manusia. Tanaman bambu adalah salah satu cara untuk mengurangi pemakaian kayu-kayu hutan untuk dijadikan produk-produk keperluan manusia. Karena tanaman bambu sangat mudah dikembangbiakkan. Sedangkan Kompor Gasifikasi atau kompor Biomas adalah salah satu pemanfaatan energi terbaraukan yang ramah lingkungan untuk menggantikan bahan bakar gas (LPG) dan minyak tanah yang hampir habis dan tidak dapat diperbaharui. Selain itu juga bahan baku kompor gasifikasi mudah diperoleh dan dapat diperbaharui serta murah.

Jadi mulai saat ini, kita harus dapat mencoba dan memulai untuk menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui untuk mencegah GLOBAL WARMING karena rusaknya kelestarian alam dan kembali ke kearifan lokal.


@Handhaka (SPL PNPM LMP Bengkulu)

2 responses to this post.

  1. Posted by dilisti on October 16, 2011 at 7:05 am

    mantabbbzzz

    Reply

  2. Tapi sayang…… bambunya nganbil dari China. Coba dari Lais di Tanjung Aur lebih orisinil… he he he

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: