Dampak Konversi Hutan Alam Menjadi Kebun Kelapa Sawit

Hutan alam, dibandingkan dengan penutupan lahan apapun, memiliki berbagai kelebihan dalam meredam tingginya intensitas hujan dan mengendalikan terjadinya banjir, erosi, sedimentasi dan tanah longsor. Hutan alam, khususnya yang berada di pegunungan bukan hanya berfungsi sebagai pengatur tata air (regulate water), namun juga penghasil air (produce water). Hutan alam memberikan kemungkinan terbaik bagi perbaikan sifat tanah, khususnya dalam menyimpan air, hutan alam memberikan tawaran penggunaan lahan yang paling aman secara ekologis.

Pembangunan kebun kelapa sawit yang dilakukan dengan mengkonversi hutan alam, selain merusak habitat hutan alam yang berarti menghancurkan seluruh kekayaan hayati hutan yang tidak ternilai harga dan manfaatnya, juga akan merubah landscape hutan alam secara total.  Proses ini apabila tidak dilakukan dengan baik (dan biasanya memang demikian) akan berdampak pada kerusakan seluruh ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berada dibawahnya.  Dampaknya, antara lain adalah meningkatnya aliran permukaan (surface runoff), tanah longsor, erosi dan sedimentasi. Kondisi ini semakin parah, apabila pembersihan lahan (setelah kayunya ditebang) dilakukan dengan cara pembakaran.

Pembangunan perkebunan memerlukan pembangunan jalan, dari jalan utama hingga jalan inspeksi, serta pembangunan infrastruktur (perkantoran, perumahan), termasuk saluran drainase. Kondisi ini apabila tidak dilakukan dengan baik akan berdampak pada semakin cepatnya air hujan mengalir menuju ke hilir. Implikasinya, peresapan air menjadi terbatas dan peluang terjadinya banjir dan tanah longsor akan meningkat.

Di lain pihak, pohon kelapa sawit sebagai pohon yang cepat tumbuh (fast growing species) dikenal sebagai pohon yang rakus air, artinya pohon ini memiliki laju evapotranspirasi (penguap-keringatan) yang tinggi. Setiap pohon sawit memerlukan  20 – 30 liter air setiap harinya. Dengan demikian konversi hutan alam menjadi perkebunan kelapa sawit dapat mengurangi ketersediaan air khususnya di musim kemarau. Sumber-sumber air di sekitar kebun kelapa sawit terancam lenyap, seiring dengan pertambahan luas dan bertambahnya umur pohon kelapa sawit. (Edi Purwanto’s Weblog, Nasionalisme Lingkungan).

Di Provinsi Bengkulu Perkebunan Kelapa Sawit sudah merambah sangat luas di lahan-lahan masyarakat atau milik perkebunan swasta yang merambah hutan alami maupun lahan-lahan yang semestinya merupakan daerah tangkapan air. Hal ini nantinya sangat berpengaruh terhadap ketersediaan  air tanah untuk kebutuhan air bersih masdyarakat. Dengan demikian perkebunan kelapa sawit perlu dibatasi pengelolaanya atau diganti dengan tanaman yang lain yang lebih ramah lingkungan dan mendukung kelestarian lingkungan.

PNPM LMP Provinsi Bengkulu dalam programnya hanya bisa untuk memberikan contoh kegiatan yang lain, yang lebih mendukung kelestarian alam dan ramah lingkungan, tetapi selain itu dapat diambil nilai ekonomi dari kegiatan tersebut untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Jadi yang tadinya kegiatan masyarakatnya menebang hutan alam/ mencari kayu ke hutan, bertani/berkebun dengan banyak menggunakan bahan-bahan kimiawi yang dapat merusak lingkungan ataupun berkebun sawit,  dapat beralih/mempunyai alternatif lain dengan kegiatan  yang lebih ramah lingkungan dan mendukung kelestarian alam, contoh : kegiatan Wanatani/Agroforestry, pengelolaan hutan raktyat, pengeloaan kompos/pupuk organik dari sampah rumah tangga, pertanian, peternakan atau energi terbarakuan (PLTMH ataupun Biogas. dll). Go Green, Green Goes With Everething

“SELAMATKAN AIR DEMI ANAK CUCU KITA, ANAK CUCU KITA JANGAN KITA BERIKAN AIR MATA TAPI BERIKAN MEREKA MATA AIR,:Hutan lindung resapan air yang merupakan tulang punggung ketersediaan air: merusak hutan, merusak air berarti merusak masa depan kita: air sumber kehidupan; tanpa air, kehidupan akan berakhir. LESTARIKAN AIR TANGGUNGJAWAB KITA BERSAMA

@Handhaka. W (SPL PNPM LMP Bengkulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: